Kamis, 20 November 2014

Kisah Sukses Arwan Tjahjadi Pemilik Hotel Losari Group

kotabontang.net - Semua orang pasti pernah diperhadapkan dengan pilihan. Berani menantang pilihan dan risiko itulah yang memberi sukses untuk Arwan Tjahjadi. Pengusaha sekaligus tokoh Tionghoa Sulsel ini kini memiliki grup hotel tersebut di Indonesia. Dia juga warga keturunan yang sempat merasakan duduk sebagai politisi di DPRD Makassar.

Bagi pemilik Hotel Losari Group, risiko itu laksana hujatan yang justru akan membuatnya lebih semangat dalam berusaha. “Dulu saya diperhadapkan pada dua pilihan. Apakah saya berada di dunia ekademisi atau di dunia usaha. Dengan segala pertimbangan, saya akhirnya memilih dunia yang saya geluti sekarang yakni dunia usaha,” beber Arwan mula-mula mengisahkan perjalanan hidupnya.

Banyak orang yang ingin menjadi pengusaha dengan iming-iming kebebasan waktu dan kebebasan finansial yang ditawarkan dunia bisnis. Namun tidak banyak dari mereka yang bertahan dengan segala risiko dan ujian yang selalu siap menghadang. Hal itu pula yang membuat banyak gagal dan terhenti di tengah jalan.

Memang tidak mudah menjadi pengusaha. Apalagi pengusaha yang benar-benar sukses dengan beberapa kepemilikan aset. Arwan adalah salah satu dari sedikit contoh terbaik tentang pengusaha sukses yang memulai kariernya dari nol. Kegagalan bukan hal asing lagi bagi pria berdarah Tionghoa ini.

“Saya memulai semuanya dari kontraktor kecil-kecilan. Biasanya juga saya menghendel panggilan pengecetan, pembersihan kamar mandi dan usaha kecil lainya,” kata bapak tiga anak itu.
Uniknya lagi, usaha itu dia mulai sejak dia masih berstatus mahasiswa. Ternyata usaha yang dibangun tidak menggangu kegiatan akademik. Hal itu terbukti karena semasa kuliah dia bahkan diangkat menjadi asisten dosen di Fakultas Teknik tempatnya menimba ilmu.

Lantas bagaimana Arwan memulai usahanya hingga saat ini dia telah memiliki berbagai aset usaha yang tidah hanya terdapat di Makassar tapi juga di Bali? Semuanya bermula pada waktu ia berkenalan dengan pemilik sebidang tanah yang di dalamnya terdapat gedung tua di Kota Daeng ini. Arwan lantas mengajukan untuk membuat ruko dan ide itu ternyata disambut baik sang pemilik tanah.
“Gedung itu selanjutnya saya buatkan restoran di lantai satu dan dua sementara di lantai tiga saya buat semacam hotel kecil. Uniknya, belum selesai pembuatan hotel di lantai tiga itu sudah ada yang mau menghuni,” Arwan berkisah.

Arwan kemudian memberi nama ruko itu Losari Beach Restaurant. Nama tersebut diberikan karena lokasinya yang memang berdekatan dengan pusat keramaian Kota Makassar yakni Pantai Losari.
Pengembangan hotel berjalan terus. Arwan akhirnya mendirikan Losari Beach Inn dengan 36 kamar. Itu pun hasil dari keraguan di tengah kondisi ekonomi sulit. Bagi Arwan, tak ada kata mundur dengan kondisi sesulit apapun. Dengan susah payah, Arwan kembali membangun Metro Losari Hotel dengan 57 kamar. Bersamaan dengan itu, juga berlangsung pembangunan Losari Blok M, Jakarta.
“Waktu itu resiko yang saya hadapi besar sekali karena bertepatan dengan krisis ekonomi tahun 1997. Namun itu tidak membuat saya menyerah dengan penuh kesabaran dan ketekunan saya menyelesaikan pembagunan Hotel Losari Blok M itu,” tuturnya.
Hotel Losari Beach yang bernaung di bawah di bawah Group Hotel Losari merupakan hotel kedua yang dibangun setelah Hotel Losari Inn. Di Makassar, Arwan memiliki tiga hotel. Sementara Hotel di Blok M Jakarta merupakan hotek keempat dan Hotel kelima Arwan yang terdapat di di Bali yakni Hotel Losari Kuta.

Sosok Arwan bukanlah pria yang ingin sukses seorang diri. Setiap ada waktu luang, dia sering mengadakan diskusi dengan para karyawannya. Melalui diskusi itu, Arwan selalu menyelipkan motivasi kepada semua karyawannya.

“Saya selalu berkata kepada mereka, kalau kalian mau melihat ke atas jangan lupa untuk melihat ke bawah. Dengan begitu kamu akan bersyukur bahwa masih banyak orang yang kurang beruntung dibanding diri kalian,” kata mantan anggota DPRD Makassar ini.
Demikian pula saat Arwan memberikan bantuan kepada orang. Arwan selalu memberikan motivasi dengan kata pamungkasnya.

“Tanamkan dalam diri kalian bahwa kalau hari ini anda yang diberi bantuan, maka anda harus yakin suatu saat kalian yang akan memberi bantuan kepada orang lain,” demikian Arwan.

Menurut dia, semua orang bisa sukses asal ada kemauan dan komitmen. “Suksek itu bukan meloloti biji jagung kemudian berdoa. Kita harus membawa biji jagung itu ke sebuah kebun lalu menanam dan merawatnya. Artinya, sukses itu butuh usaha dan keinginan yang kuat,” ujarnya menutup perbincangan.
Sumber : wordpress.com

Previous
Next Post »