Sabtu, 23 April 2016

Jalan Berliku Anak Petani Jadi Perwira Polri


Kesuksesan menjadi hak semua orang. Bukan hanya monopoli kaum berada. Asal bekerja keras dan tekun berdoa, siapa saja bakal bisa meraih cita-cita.
Itulah yang dipegang oleh Kasat Reskrim Polres Kutai Barat, AKP Triyanto. Ya, Perwira Polri ini tak hanya berteori. Dia sudah membuktikan prinsip itu.
Perjalanan Triyanto untuk menjadi anggota polisi memang tak mudah. Maklum, dia bukan berasal dari keluarga kaya. Hanya anak dari petani kecil yang tinggal di kampung.
“Orangtua saya adalah seorang petani dan saya bangga dengan hal itu,” kata Triyanto, dikutip Dream dari halaman Facebook Divisi Humas Polri, Selasa 12 April 2016.
“Dulu, selesai sekolah saya selalu membantu orangtua bertani dan tetap fokus pada impian saya untuk menjadi anggota Polri,” tambah dia.
Sebagai petani sederhana, kata mantan Kasat Reskrim Polres Penajam Paser Utara ini, kehidupan mereka cukup memprihatinkan. Dia masih ingat betul saat orangtuanya gagal panen.
Kala itu, sang ayah menanam bawang merah. Namun saat panen, harga di pasaran anjlok. Dan ekonomi keluarganya terpuruk, padahal Triyanto yang masih di bangku SMP butuh biaya tak sedikit.
“Hampir selama sebulan kami sekeluarga makan tumis bawang merah. Iya... hanya bawang merah saja,” kenang dia sambil tersenyum.
Perwira lulusan Akpol tahun 2006 ini juga harus banting tulang saat duduk di bangku SMA. Dia harus berjualan buah belimbing demi mendapatkan uang saku.
“Jadi, dulu saya hampir tidak pernah dikasih uang saku oleh orangtua. Kalaupun dikasih ya sekadarnya saja,” kata dia.
“Kondisi ini mengharuskan saya harus usaha sendiri. Caranya dengan berjualan buah belimbing, walaupun hasilnya gak seberapa,” tutur Triyanto.
Namun dia tak patah arang. Setelah lulus SMA, pria yang hobi jogging ini langsung mendaftar taruna Akpol di Polda Jawa Tengah. Meskipun pada saat itu banyak orang meremehkan.
“Mungkin dari latar belakang keluarga saya ya... cuma anak seorang petani. TapiAlhamdullilah di tingkat daerah dan pusat saya Lulus. Ini semua bukan sebuah kebetulan semata. Semua sudah saya persiapkan sejak saya SMP,” beber dia.
Dia menegaskan, apa yang diinginkan, harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Selain itu, juga berdoa dan mendapat restu dari orangtua.
Bagi mereka yang tengah mendaftar sebagai anggota polisi, Triyanto punya nasihat. “Semuanya harus dipersiapkan sedini mungkin.”
“Kemampuan akademik dan fisik harus dilatih terus. Dalam memperjuangkan cita-cita, kita harus bersungguh-sungguh dan harus optimis,” tambah Triyanto.

Previous
Next Post »