Jumat, 22 April 2016

Pakai Jilbab, Akankah Kurangi Kecantikan Wanita dan Bikin Susah Jodoh?


Ada secuil kekhawatiran dan kebimbangan di sebagian kalangan muslimah. Apakah dengan menggunakan jilbab tidak akan mengurangi kecantikan dan penampilan seorang wanita?
Sesungguhnya, inti rahasia kecantikan bagi seorang wanita bukanlah tatkala auratnya dipertontonkan. Hakikat sebuah kecantikan tidak terletak hanya pada sekadar kecantikan fisik semata. Kecantikan hakiki bersumber dari dalam, dan kecantikan yang demikian lebih asli, laten dan natural sifatnya.
Dia mempresentasikan kepribadian, dan tampilan sebenarnya. Dia lebih bernilai dan bermakna dalam. Dia lebih indah dan mempesona. Dia lebih sederhana sekaligus melegakan. Dia lebih agung dan lebih mulia. Tidak terkesan murahan maupun seronok. Tidak dianggap berselera rendahan serta bernuansa `mesum`. Seperti halnya pakaian-pakaian yang mencuatkan ‘udel’ serta mengumbar warna celana dalam.
Penilaian awal dari seorang lelaki baik-baik, dan memang bermaksud baik-baik pula, ketika ia memandang wanita berjilbab atau menutup aurat, adalah tertangkapnya kesan bahwa wanita tersebut memiliki suatu kepribadian dan punya prinsip.
So, pasti, dia bukan tipe wanita sembarangan atau dapat diperlakukan sembarangan. Poin-nyapun tentu tidak sembarangan. Penampilan seperti ini, justru akan mendatangkan respek dan penghormatan serta pemuliaan.
Apalagi busana muslimah -hari ini- sudah pula mengalami perkembangan dan banyak alternatif keserasiannya. Banyak pilihan warna dan corak sesuai selera, meskipun ada satu prinsip yang perlu diingat, semuanya itu bukan untuk menyombongkan diri atau berbuat riya’ kepada manusia.
Jadi untuk terlihat cantik maupun berpenampilan menarik, tidak perlu harus ‘ngejebreng’, mengobral organ tubuh bagian dalam.
Mempertontonkan aurat yang justru memancing kearah maksiat. Agar terlihat anggun kita dapat saja tetap mengenakan busana muslimah. Tanpa harus mencari-cari alasan yang hanya akan mendatangkan murka Allah SWT.

Previous
Next Post »