Selasa, 26 April 2016

Para Nabi Terdahulu Menyuruh Kaumnya Menyembah Allah, ini Buktinya !

Para Nabi Terdahulu Menyuruh Kaumnya Menyembah Allah. a. Wahai Manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. 2/Al-Baqoroh : 21)


b. Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata: “Wahai Kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (Sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (Kiamat).” (QS. 7/Al-a’rof : 59)

c. Dan kepada kaum ‘ Ad (Kami utus) Hud, saudara mereka. Dia berkata: “ Wahai Kaumku! Sembahlah Allah! (sembahan) bagimu selain dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa?” (QS. 7/Al-A’rof :65)

d. Dan kepada penduduk Madyan kami  (utus) Syu’aib, saudara mereka. Dia berkata, “ Wahai Kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun. Janganlah kamu berbuat kerusakan dibumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman.” (Qs. 7/Al-A’rof : 85)

Nabi Muhammad dan Umatnya Diperintah Menyembah Allah
a. Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan bumi, dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia, dan bertakwallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. 11/Hud : 123)

b. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.” (QS. 39/Az-Zumar : 11)

Kaum Yahudi dan Nasrani Diperintah Menyembah Allah
Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Tuhan selain Allah*), dan (juga) Almasih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Mahaesa, tidak ada Tuhan selain dia. Maha suci Dia dari apa yang mereka sekutukan

Keterangan:
*) Mereka mematuhi ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabibuta, biar pun orang-orang alim dan para rahib itu menyuruh maksiat atau mengharamkan yang halal. [reportaseterkini.net]

Previous
Next Post »