Minggu, 24 April 2016

Sah!! SIM C Kini Tak Bisa Dipakai untuk Semua Jenis Motor, Ini AturanBarunya

Korlantas Polri mengeluarkan peraturan baru terkait Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk pengendara motor (SIM C). Kini, tak semua pemilik motor mengantongi SIM C.
"Informasi dari Korlantas Polri, ada peraturan baru. Jadi untuk SIM C tak mampu dipakai untuk semua motor mulai Mei 2016," ucap Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Risyapudin Nursin terhadap detikcom, Minggu (9/1/2016).

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Pembaruan bernomor ST/2653/XII/2015. Dalam surat tersebut, ada dua keputusan tentang pembagian terstruktur mengenai SIM C serta juga batas waktu perpanjangan SIM.


"Aturan penggolongan SIM C yang baru mulai berlaku 1 Mei 2016," katanya.

Adapun, pengelompokan SIM C saat ini dibagi 3 golongan yakni SIM C (polos), SIM C1 serta SIM C2. 3 Golongan SIM C itu diklasifikasikan berdasarkan kapasitas mesin motor (CC).

"Nantinya SIM C akan terdiri dari tiga jenis, yakni C, C1, serta C2. Rencana tersebut akan direalisasikan pada triwulan pertama 2016. Paling terlambat April 2016," lanjutnya.

Tiga golongan SIM C tersebut merupakan sebagai berikut:
SIM C: untuk sepeda motor berukuran mesin tak lebih dari 250 CC
SIM C1: untuk sepeda motor berukuran 250-500 CC
SIM C2: untuk sepeda motor berukuran mesin 500 CC ke atas.

"Penggantian SIM C dengan golongan baru akan dimulai serentak Februari - April 2016," imbuhnya.

Selain soal pengklasifikasian SIM C, Korlantas Polri juga mengeluarkan aturan soal batas waktu perpanjangan SIM. Berlaku mulai 1 Januari 2016, perpanjangan SIM tak boleh melalui batas hingga 14 hari sebelum masa berlaku SIM habis.

"Berlaku mulai 1 Januari 2016, perpanjangan SIM mampu dilaksanakan sebelum habis masa berlakunya dengan tenggang waktu 14 hari sebelum tanggal habis masa berlaku," katanya.

Sementara, untuk pemegang SIM yang masa berlakunya telah habis, mampu diperpanjang lagi tak melebihi batas waktu 3 bulan semenjak tanggal habis masa berlakunya.

"Lewat dari 3 bulan wajib membikin semacam prosedur baru," imbuhnya.
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berharap faktor ini disosialisasikan terlebih dahulu supaya tak sehingga bahan penyimpangan petugas di lapangan.

"Harus disosialisasikan betul-betul serta apakah telah sesuai dengan undang-undang alias tidak, supaya tak menjadi bahan penyimpangan petugas di lapangan," kata Komisioner Kompolnal Edi Hasibuan.

Menurut Edi, tak semua masyarakat tahu berapa kapasitas mesin motor yang mereka miliki. Di samping itu, Polri juga wajib terang apakah dengan adanya pengolongan tersebut anggaran pembuatan SIM C1 serta C2 juga sama dengan SIM C alias tidak.

"C1 kan untuk 250-500 CC serta C2 untuk 500 CC ke atas, itu kan motor-motor gede wajib dibedakan dengan SIM C polos, nah ini kan yang belum terang berapa biayanya," jelasnya.

Edi berharap, dengan adanya penggolongan SIM untuk motor ini tak merepotkan masyarakat. "Jangan hingga membebani masyarakat," cetusnya.

Namun, penggolongan SIM C ini dianggap pengamat kepolisian, Indonesia Police Watch (IPW) belum memenuhi sudut legalitas.

"Peraturan baru itu tak memiliki kekuatan hukum. Sebab soal SIM ini telah diatur dalam UU LLAJ," kata Ketua Presidium IPW Netta S Pane.

Menurut Netta, aturan baru tersebut dikhawatirkan memunculkan prokontra. Semestinya, Polri merevisi UU LLAJ terlebih dahulu sebelum mengeluarkan aturan tersebut.

"Jadi peraturan itu akan menjadi persoalan baru. Jika terbukti hendak membikin aturan seharusnya Polri segera merevisi UU LLAJ," ujarnya.

Di samping itu, Netta juga menyoroti proses pengurusan SIM yang belum bersih dari praktik percaloan.

"Selama ini pengurusan SIM sendiri tetap rawan percaloan. Jika penggolongan dilakukan dipastikan objek percaloan oleh oknum polisi makin marak," ungkapnya.

Netta melanjutkan, yang lebih penting sekarang bukan membikin penggolongan SIM C. Ia mendorong Polri lebih baik untuk memberlakukan SIM dengan masa berlaku seumur hidup. (sumber: FB Divisi Humas Polri )

Previous
Next Post »