Senin, 02 Mei 2016

Hindari Macet, Mobil RI 59 Lawan Arus di Jalan Raya

On The Spot- Media sosial tengah heboh sebuah mobil dengan nomor polisi RI 59 melawan arus di jalan. Belum diketahui mobil tersebut dikendarai oleh siapa.

Beragam komentar langsung bermunculan. Banyak yang mencibir kelakuan pengendara mobil RI 59.

“Hellow gue pejabat mau lawan arah suka suka gw… rakyat jelata mingiiirrrrrrr..,” tulis salah seorang pengguna media sosial Facebook, Raden Indra Arie Ristyanto, menyindir pengendara mobil tersebut.

Tak hanya di Facebook, di Twitter juga banyak yang mengecam ulah pengendara mobil RI59.

Bahkan ada akun Twitter yang langsung me-mention ke akun Twitter Presiden Joko Widodo. “@imamsusianto @jokowi_d02 menteri yang pakai #RI59 itu ganti aja, sok2an jadi menteri lawan arus, bentar lagi lawan hukum tuh”.

Siapa pengendara mobil tersebut masih misteri. Sempat tersiar kabar bahwa mobil dinas itu dikendarai oleh Wakil Ketua BPK. Soal informasi ini, polisi membantahnya. Pihak BPK juga sudah mengklarifikasi bahwa RI59 bukan dikendarai oleh pejabatnya.

Menanggapi ini, Kepala Bagian Pengelolaan Informasi Badan Pemeriksa Keuangan Wahyu Priyono menjelaskan mobil RI 59 sudah tidak digunakan BPK. Wahyu juga membantah tudingan yang menyebutkan Wakil Ketua BPK kini yang terlibat dalam foto mobil lawan arus itu.

“Sehubungan dengan pemberitaan di media online dan media sosial mengenai mobil pejabat negara RI 59 yang melawan arus adalah mobil dinas Wakil Ketua BPK RI, perlu kami luruskan bahwa Wakil Ketua BPK RI saat ini menggunakan mobil berplat nomor RI 61,” terang Wahyu.

Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal menyebut bahwa itu merupakan foto lama.

Iqbal menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada bulan September 2014 lalu. Saat itu mobil RI 59 melintas di daerah Sarinah, Jakarta Pusat, dan mendapat pengawalan oleh Brigadir Handoyo.

“Pada Bulan September 2014 RI 59 (Wakil MA bid Yudisial, Dr M Saleh SH, MH) berjalan dari kantor MA lewat Jl Thamrin. Saat itu TL Sarinah jalanan sangat macet, lalu rombongan kemudian belok kiri ke Jalan Sabang. Karena masih padat juga maka lanjut pengawal mendahului mengatur di TL sabang -+ 50 m,” kata Iqbal.

“Sebelum TL, kendaraan tersebut ambil jalur kanan (melawan arah) sampai ke TL Sabang, karena mengejar waktu ada undangan di Kedutaan Belanda di Jl Rasuna Said,‎” sambung Iqbal menegaskan.

Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan oleh Kepala Bagian Pengelolaan Informasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wahyu Priyono. Menurutnya, sebelum dipakai M Saleh, mobil bernopol RI 59 dipakai oleh Wakil Ketua BPK periode 2014-2019 Sapto Amal Damandari.

Lanjut Wahyu, mobil bernopol RI 59 baru dilepas Sapto sekitar 2-3 bulan lalu. Mobil dinas Sapto kini menggunakan nopol RI 61.
Sumber :  Merdeka.com

Previous
Next Post »